Berbagi, Semoga Bermanfaat
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ﷻ Tuhan semesta Alam. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Baginda Rasulullah ﷺ, keluarga, sahabat serta para pengikutnya. Semoga kita termasuk ummatnya yang akan mendapat syafa’at dari Beliau di Hari Akhir kelak.
Sahabat sekalian, islam merupakan agama yang syamil mutakaamil menyeluruh dan sempurna, mencakup segala aspek kehidupan yang di jalani manusia, dari mulai dia lahir hingga menghadap Allah Sang Pencipta. Oleh karena itu, setiap kita, ummat Islam harus mengetahui syari’at ini, agar kehidupan kita sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah ﷻ.
Tetapi pada kenyataannya, tidak semua orang dapat memahami Islam langsung dari subernya karena keterbatasan pengetahuan yang dia miliki. Sehingga memerlukan orang yang ahli dalam Agama Islam yang bisa membantunya untuk memahami Al Qur`an dan Sunnah. Maka datanglah para ulama yang menyampaikan Islam yang mereka dapat dari guru-guru mereka yang sambung menyambung hingga Rasulullah ﷺ.
Setiap generasi banyak melahirkan para pemikir dan mujtahid Islam yang menekuni berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu tafsir, ilmu fiqih, ilmu hadits, ilmu nahwu dan ilmu-ilmu yang lain yang semua itu berkaitan dengan tatacara memahami Al Qur`an dan Sunnah sebagai sumber utama syari’at Islam.
Sebagai contoh, dalam bidang tafsir kita kenal Muhammad Bin Jarir Aththobari yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Jarir Aththobari dengan karyanya Jaami’ul Bayan fi Tafsiri Al Qur`an. Kita juga kenal dengan Abul Fida Ismail Bin Umar Bin Katsir Addimasyqiy yang lebih terkenal dengan sebutan Ibnu Katsir yang mempunyai karya Tafsiiru Al Qur`an Al’Adhim. Kita juga sering mendengar ulama yang bernama Al Qurthubiy yang mempunyai nama asli Muhammad Bin Ahmad Bin Abi Bakr Bin Farh Al Anshoriy Al Khozroji Syamsuddin Al qurthubi dengan karyanya Al Jami’ Li-ahkaami Al Qur`an. Dan masih banyak lagi ulama lainnya di bidang tafsir.
Di bidang ilmu fiqih kita sering mendengar empat imam rujukan yang dikenal dengan sebutan empat imam madzhab. Madzhab Hanafiyah dengan ulama yang dijadikan sandaran Annu’maan Bin Tsabit Attaimiy yang lebih terkenal dengan sebutan Abu Hanifah. Setelah itu ada Madzhab Maliki dengan ulama rujukan Malik Bin Anas Bin Malik Bin Abi ‘Amir seorang faqih Madinah dan lebih sering disebut Imam Malik. Kita juga kenal dengan ulama yang dijadikan imam pada Madzhab Syafi’I yang mempunyai nama lengkap Muhammad Bin idris Bin Al ‘Abbas Bin Syafi’I, beliau lebih dikenal dengan panggilan Imam Syafi’i. Kita juga sering mendengar Madzhab Hanbali dengan ulama yang dijadikan rujukan bernama Ahmad Bin Muhammad Bin Hanbal Bin Hilal Bin Asad Asysyaibani yang lebih dikenal dengan sebutan Imam Ahmad.
Selain yang disebut di atas, amsih banyak ulama lain yang kalau ditulis dan dijadikan buku, akan menghabiskan puluhan atau mungkin ratusan jilid buku yang tebal
Tetapi sayangnya kita juga belum mampu memahami penjelasan ulama-ulama tersebut dikarenakan lemahnya alat yang bisa kita pakai dalam memahami karya-karya mereka. Oleh karena itu, kita masih butuh orang-orang yang mampu memahami perkataan mereka dan menyampaikannya kepada kita. Dan Alhamdulillah banyak lahir ulama-ulama kita, khususnya di Indonesia yang bisa kita fahami langsung penyampaian mereka, karena menggunakan bahasa kita sendiri. Dan ini patut kita syukuri, dengan mengambil faidah sebanyak-banyaknya dari para ustadz, kiyai dan ulama kita.
Tetapi kadang kita masih saja malas dan sibuk untuk bisa mencari ilmu dan bermajelis, duduk bersama para ulama. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya membantu teman-teman yang membutuhkan –juga saya- untuk memahami ajran Islam, pada blog ini akan disediakan ceramah-ceramah, atau jawaban-jawaban dari pertanyaan sahabat yang jawaban atau ceramah itu kami ambil dari Ustadz Farid Nu’man Hasan atau ustadz-ustadz lain yang bisa dijadikan rujukan.
Demikian pengantar dari kami, semoga bermanfaat. Terimakasih.
Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ﷻ Tuhan semesta Alam. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Baginda Rasulullah ﷺ, keluarga, sahabat serta para pengikutnya. Semoga kita termasuk ummatnya yang akan mendapat syafa’at dari Beliau di Hari Akhir kelak.
Sahabat sekalian, islam merupakan agama yang syamil mutakaamil menyeluruh dan sempurna, mencakup segala aspek kehidupan yang di jalani manusia, dari mulai dia lahir hingga menghadap Allah Sang Pencipta. Oleh karena itu, setiap kita, ummat Islam harus mengetahui syari’at ini, agar kehidupan kita sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah ﷻ.
Tetapi pada kenyataannya, tidak semua orang dapat memahami Islam langsung dari subernya karena keterbatasan pengetahuan yang dia miliki. Sehingga memerlukan orang yang ahli dalam Agama Islam yang bisa membantunya untuk memahami Al Qur`an dan Sunnah. Maka datanglah para ulama yang menyampaikan Islam yang mereka dapat dari guru-guru mereka yang sambung menyambung hingga Rasulullah ﷺ.
Setiap generasi banyak melahirkan para pemikir dan mujtahid Islam yang menekuni berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu tafsir, ilmu fiqih, ilmu hadits, ilmu nahwu dan ilmu-ilmu yang lain yang semua itu berkaitan dengan tatacara memahami Al Qur`an dan Sunnah sebagai sumber utama syari’at Islam.
Sebagai contoh, dalam bidang tafsir kita kenal Muhammad Bin Jarir Aththobari yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Jarir Aththobari dengan karyanya Jaami’ul Bayan fi Tafsiri Al Qur`an. Kita juga kenal dengan Abul Fida Ismail Bin Umar Bin Katsir Addimasyqiy yang lebih terkenal dengan sebutan Ibnu Katsir yang mempunyai karya Tafsiiru Al Qur`an Al’Adhim. Kita juga sering mendengar ulama yang bernama Al Qurthubiy yang mempunyai nama asli Muhammad Bin Ahmad Bin Abi Bakr Bin Farh Al Anshoriy Al Khozroji Syamsuddin Al qurthubi dengan karyanya Al Jami’ Li-ahkaami Al Qur`an. Dan masih banyak lagi ulama lainnya di bidang tafsir.
Di bidang ilmu fiqih kita sering mendengar empat imam rujukan yang dikenal dengan sebutan empat imam madzhab. Madzhab Hanafiyah dengan ulama yang dijadikan sandaran Annu’maan Bin Tsabit Attaimiy yang lebih terkenal dengan sebutan Abu Hanifah. Setelah itu ada Madzhab Maliki dengan ulama rujukan Malik Bin Anas Bin Malik Bin Abi ‘Amir seorang faqih Madinah dan lebih sering disebut Imam Malik. Kita juga kenal dengan ulama yang dijadikan imam pada Madzhab Syafi’I yang mempunyai nama lengkap Muhammad Bin idris Bin Al ‘Abbas Bin Syafi’I, beliau lebih dikenal dengan panggilan Imam Syafi’i. Kita juga sering mendengar Madzhab Hanbali dengan ulama yang dijadikan rujukan bernama Ahmad Bin Muhammad Bin Hanbal Bin Hilal Bin Asad Asysyaibani yang lebih dikenal dengan sebutan Imam Ahmad.
Selain yang disebut di atas, amsih banyak ulama lain yang kalau ditulis dan dijadikan buku, akan menghabiskan puluhan atau mungkin ratusan jilid buku yang tebal
Tetapi sayangnya kita juga belum mampu memahami penjelasan ulama-ulama tersebut dikarenakan lemahnya alat yang bisa kita pakai dalam memahami karya-karya mereka. Oleh karena itu, kita masih butuh orang-orang yang mampu memahami perkataan mereka dan menyampaikannya kepada kita. Dan Alhamdulillah banyak lahir ulama-ulama kita, khususnya di Indonesia yang bisa kita fahami langsung penyampaian mereka, karena menggunakan bahasa kita sendiri. Dan ini patut kita syukuri, dengan mengambil faidah sebanyak-banyaknya dari para ustadz, kiyai dan ulama kita.
Tetapi kadang kita masih saja malas dan sibuk untuk bisa mencari ilmu dan bermajelis, duduk bersama para ulama. Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya membantu teman-teman yang membutuhkan –juga saya- untuk memahami ajran Islam, pada blog ini akan disediakan ceramah-ceramah, atau jawaban-jawaban dari pertanyaan sahabat yang jawaban atau ceramah itu kami ambil dari Ustadz Farid Nu’man Hasan atau ustadz-ustadz lain yang bisa dijadikan rujukan.
Demikian pengantar dari kami, semoga bermanfaat. Terimakasih.
Wassalaamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Comments
Post a Comment